Hati-hati Nyeri Perut Hebat, Bisa Jadi Ini Penyebabnya...

11:50

Batu Empedu (Gallstone)


Penyakit batu empedu, bilestone, gallstone. Batu di kantong empedu disebut juga cholelithiasis. Batu empedu disebut juga choledocholithiasis. 
Batu (calculus) yang terbentuk dikantong empedu atau saluran empedu. Batu ini tersusun dari endapan yang tidak dapat dipecahkan dari empedu di kantong empedu, berupa kumpulan kristal-kristal padat (sebagian besar kolestrol).

BATU EMPEDU

Di Amerika Serikat, sekitar 20 juta jiwa menderita batu empedu. Di Inggris, terdapat 4,1 juta penderita batu empedu. Wanita berpotensi menderita batu empedu 2,6 kali lebih banyak dari pada pria. Ada ciri 4F : female (wanita), fatty (kegemukan), fertile (dalam masa subur), dan forty (usia diatas empat puluh tahun).

Baca Juga : Hati-hati Si Cacar Ular
TAHUKAH ANDA??
Istilah kolelitiasis (batu kantong empedu) berbeda dengan kolesistitis (radang kantong empedu). Penyakit batu empedu telah dikenal sejak zaman Babylonia, sekitar 2000 SM. 
Dalam sehari, hati memproduksi 600-1.000 mililiter cairan empedu. Fungsi utama kantong empedu adalah menyimpancairan empedu yang berasal dari hati. Batu empedu terbuat dari garam kalsium dan bilirubin (pigmen utama di empedu).

PENYEBAB BATU EMPEDU

Ada beberapa faktor risiko yang memudahkan seseorang menderita batu empedu, yaitu meningkatnya usia, wanita, genetis atau etnis tertentu, kegemukan, diet tinggi lemak,dan rendah serat, kehamilan, estrogen, peningkatan kadar lemak darah, penyakit kencing manis, obat penurun lemak, atau diturunkan melalui genetika.

Batu Empedu


Biasanya tanpa gejala selama beberapa tahun. Bisa juga nyeri perut yang hebat, mendadak, terus-menerus, menghilang perlahan, di perut kanan atas, dan berlangsung selama tiga puluh menit hingga dua belas jam, demam tinggi, mata dan kulit kekuningan, kedinginan (terkadang), nyeri, mual, dan muntah-muntah setelah makan. Bisa dicetuskan makanan berlemak.

TERAPI 

  1. Operasi
  2. Obat Pelarut Batu Empedu

PENCEGAHAN

  1. Diet tinggi serat (sayuran, rumput laut, dan sebagainya).
  2. Diet tinggi lesitin yang terdapat dalam makanan kedelai dan kecap.
  3. Hindari atau kurangi diet yang mengandung protein hewani dan banyak gula.
  4. Rutin mengkonsumsi vitamin C dan minum kopi minimal dua cangkir secara teratur.
  5. Penurunan berat badan secara bartahap, tidak terlalu cepat.
  6. Berolahraga secara teratur.
  7. Mengkonsumsi obat penurun berat badan, yaitu orlistat (xenical) saat menjalani program penurunan berat badan.

Artikel Terkait Lainnya :

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »