Kolaborasi Otak Manusia dan Komputer
![]() |
| Think |
Kolaborasi Otak Manusia dan Komputer
Selama ini, para peneliti bermimpi untuk menyambungkan otak manusia secara langsung dengan komputer, terutama kepada penderita kelumpuhan mulai leher ke bawah. Bila penderita kelumpuhan dapat mengoperasikan komputer hanya dengan memikirkannya, mereka akan dapat menyalakan tombol lampu dan televisi. Suatu hal yang diidamkan kurang lebih 160.000 penderita lumpuh di Amerika Serikat (AS).
Teknologi brain-computer interface (BCI) sebenarnya telah diperkenalkan sejak lima tahun lalu. Bahkan, lebih dari setengah jumlah buletin ilmiah di AS mempublikasikannya sejak dua tahun lalu.
Dengan menghubungkan otak pasien langsung ke sebuah komputer, para ilmuwan telah melihat sebuah peningkatan dalam kemampuan pasien untuk mengendalikaa cursor.
Adalah Cyberkinetics yang mengembangkan riset menggunakan BCI ini. Tahun ini, Cyberkinetics menempatkan pasien pertamanya, Matthew Nagle, di sebuah klinik. Nagle akan di ujicoba untuk menggunakan sistem BrainGate. Dari kursi rodanya, Nagle dapat membuka e-mail, mengganti saluran TV, menyalakan lampu, dan memainkan video game seperti Tetris, hanya dengan memikirkannya.
"Ini tidak jelek juga," ujar Nagle dalam sebuah video saat dia menggunakan teknologi BrainGate. Dengan teknologi tersebut, Nagle dapat menggerakkan tangannya untuk pertama Kalinya sejak lehernya ditikam dalam perkelahian di Wessagussett Beach, Massachusetts.
Para peneliti menanam alat dibawah tengkorak, dilapisan kulit luar. Alat tersebut terdiri dari chip komputer berukuran 2x2 mm yang berisi 100 elektroda. Para ahli bedah menempelkan susunan elektroda pada saraf dilapisan kulit luar otak Nagle, sedikit diatas telinga kanan. Susunan elektroda diikat dengan seutas benang ke sebuah plug yang menonjol di atas kepala Nagle.
Elektroda tersebut bertugas mengirim informasi dari 60 hingga 150 saraf manusia melalui kabel serat optik ke sebuah alat yang berukuran sebesar kaset VHS. Dengan alat tersebut, data yang terkirim akan diubah menjadi data digital. Kabel lain menyambungkan digitizer, pengubah data digital, ke komputer yang kemudian menerjemahkan sinyal tersebut.
Kolaborasi Otak Manusia dan Komputer
Para ilmuan lain kini tengah mengembangkan BCI non-invasive yang lebih sederhana. jonathan Wolpaw, profesor di Wadsword Center, New York, mempublikasikan sebuah jurnal ilmiah pada Desember 2004 di Proceedings oo the National Academy of Sciences. Dalam jurnal tersebut, Wolpaw mencoba menunjukkan bahwa noninvasive electroencephalogram (EEG) milikny yang berwujud topi, dapat menangkap sinyal otak. Paling tidak hampir sama seperti teknologi Cyberkinetics.
Teknologi BCI yang sengaja dipasang diluar kepala ini juga memberikan keuntungan lain. Keuntungan itu di antaranya adalah kemampuan menerima sinyal dari banyak titik di otak dari pada BCI yang ditanam di tempat yang spesifik.
Sementara itu, Cyberkinetics sedang berusaha mendapatkan pengakuan. Perusahaan ini membutuhkan lebih dari empat pasien untuk melengkapi pendaftaran legalisasi pemeriksaan klinis BrainGate oleh lembaga Food and Drug Administration (FDA), BPOM nya AS. Selain itu, Cyberkinetics juga tengah berusaha mendapatkan izin untuk sebuah studi pengujian bagi pasien penderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau lebih dikenal dengan penyakit Lou Gehrig. Mereka berharap bisa mendaftarkan satu pasien akhir tahun ini.

EmoticonEmoticon