Kanker Usus Besar Menyertai Kamu Pecinta Daging

00:38 Add Comment
Kanker Usus Besar



Kanker Usus Besar (KUB) adalah tumor ganas yang ditemukan di kolon (usus besar) dan rektum (dubur). Kolon dan rektum merupakan bagian dari saluran pencernaan yang berfungsi menghasilkan energi bagi tubuh dan membuang zat-zat yang tidak berguna.



Jangan Sering Makan Daging


Frekuensi Kanker Usus Besar di dunia menempati urutan nomor tiga dan merupakan penyebab kematian ke-empat dari kematian karena kanker di Dunia. Menurut WHO, ada sekitar 945.000 kasus baru setiap tahun dengan 492.000 kematian akibat Kanker Usus Besar (KUB). Insiden relatif tinggi pada negara yang tingkat konsumsi dagingnya tinggi, seperti Kanada dan Australia. Sementara itu, negara di Mediterania lebih rendah insidennya, karena lebih banyak mengkonsumsi buah, sayuran, dan ikan.

Baca Juga : Hati-hati nyeri perut hebat bisa jadi



Tahukah Anda??

Panjang total usus besar orang dewasa sekitar 1,5 meter.


Tes tambahan sebelum penentuan stadium kanker usus besar dapat berupa fisis diagnostik, tes urine dan darah lengkap, foto rontgen (paru-paru, ginjal, hati, limpa, dan kelenjar limfe), pemeriksaan berium enema pada kolon dan rektum , pemeriksaan CT Scan pada bagian tertentu dari tubuh yang dicurigai, Ultrasonografi (USG), Magnetic Resonance Imaging (MRI), dan PET untuk melihat kemungkinan penyebaran kanker usus besar ke organ lain.


FAKTOR RISIKO KANKER USUS BESAR

  • Usia tua (90% pada usia di atas lima puluh tahun), pria dan kegemukan.
  • Diet tinggi lemak dan kaya daging tapi rendah serat, folat, dan kalsium.
  • Faktor hormonal, seperti wanita yang belum pernah memiliki anak, kehamilan pertama di usia senja, dan menopause dini.
  • Diabetes melitus, meroko, dan paparan asbes.
  • Riwayat kanker kolorektal, usus kecil, selaput rahim (endometrium), payudara, dan ovarium (indung telur).

STADIUM KANKER USUS BESAR


Stadium kanker usus besar berdasarkan Klasifikasi Dukes :
  1. Stadium 0, stadium kanker insitu. Pada stadium ini, sel yang abnormal masih ditemukan pada garis batas dalam dari kolom (muskularis mukosa)
  2. Stadium 1, stadium dukes A. Kanker telah menyebar pada garis batas dalam dari kolom hingga dinding dalam dari kolom dan belum menyebar ke luar kolon.
  3. Stadium 2, sadium dukes B. Kanker telah menyebar ke lapisan otot dari kolon hingga lapisan ketiga dan lapisan lemak atau kulit tipis yang mengelilingi kolon dan rektum. Namun, belum mengenai kelenjar limfe.
  4. Stadium 3, stadium dukes C. Kanker telah menyebar ke kelenjar limfe tapi belum menyebbar ke organ tubuh yang lain.
  5. Stadium 4, stadium dukes D. Kanker telah menyebar ke organ tubuh, seperti hati dan paru-paru.

PENYEBAB KANKER USUS BESAR


  • Faktor genetik.

TERAPI KANKER USUS BESAR

Dasar terapi adalah operasi. Sebagian besar penderita kanker usus besar kolon masih memerlukan adjuvant kemoterapi dan penderita kanker usus besar rental memerlukan adjuvant radio kemoterapi. Tetapi adjuvant diperuntukkan bagi penderita kanker usus besar dengan penyebaran regional.

Kanker Usus Besar


POTRET KLINIS KANKER USUS BESAR 

  • Tanda atau gejala tergantung lokasi kanker usus besar.
  • Terjadi anemia defisiensi besi (ditandai lemah dan lesu) dan darah tinja yang tersamar (jika tumor di kolon proximal)
  • Ditemukan perubahan pola buang air besar (misal sembelit, diare), atau buang air besar berdarah terkadang dapat disertai lendir (jika tumor di kolon distal).
  • Bila berlanjut, kanker usus besar dapat menjadi ileus, yang ditandai perut kembung, rasa tak enak perut, sakit perut hilang timbul, sukar buang air besar atau tinja menjadi kecil (seperti pensil atau kotoran kambing), bahkan sampai tak dapat buang angin atau buang air besar.

DETEKSI DINI KANKER USUS BESAR

  • Setiap pria dan wanita yang berumur lebih dari lima puluh tahun harus menjalani screening kanker usus besar.
  • Deteksi dini penting dilakukan untuk meningkatkan survuval (angka harapan hidup).
  • Deteksi dini yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan darah samar di tinja, sigmodoskopi, kombinasi darah samar tinja dan sigmoidoskopi, kolonoskopi, dan dobel kontras barium enema. Tes genetika harus dipertimbangkan terutama bagi anggota keluarga dengan risiko tinggi.

PENCEGAHAN KANKER USUS BESAR

Dengan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah segar yang kaya akan hidrat arang dan serat, serta ikan.


Artikel Terkait Lainnya:

7 PENYEBAB KANKER TULANG

13:14 Add Comment

Kanker Tulang

Tumor ganas, tulang yang paling sering ditemukan pada remaja dan dewasa muda.
Sering ditemukan pada usia sepuluh sampai dua puluh tahun. Rasio pria : wanita = 2 : 1. Dari tiap satu juta penduduk, ada dua sampai tiga orang penderita. Di Amerika Serikat, terdapat 400 kasus per tahun.

PENYEBAB KANKER TULANG

Diduga karena pertumbuhan tulang yang cepat, faktor lingkungan, misalnya karena terpapar radiasi, dan kecenderungan genetik. Penyebab pasti belum diketahui.
  • Gejala utama yang pertama muncul adalah nyeri yang awalnya samar, menjadi kontinyu atau konstan, secara bertahap bertambah hebat pada malam hari. Lalu, timbul pembengkakan setempat yang semakin lama semakin besar.
  • Nyeri dan bengkak dapat mempengaruhi gerakan sendi yang berdekatan.
  • Membesarnya tumor membuat regangan kulit permukaanya bertambah, kulit mengkilap, suhu kulit meningkat, dan vena superfisial (dipermukaan) melebar.
  • Dapat disertai anemia, berat badan menurun, dan selera makan berkurang.
Pembengkakan Kanker Tulang


  • Tumor dapat mengenai semua tulang, terutama tulang paha, tulang kering, dan tulang atas lengan.
  • Penderita datang kedokter biasanya dengan tumor yang besar disekitar lutut atau lengan atas.
  • Dapat menyebar ke paru-paru melalui sirkulasi darah.
Baca Juga : Hati-hati Asam Urat

TERAPI KANKER TULANG

Amputasi tulang diatas tumor atau persendian diatas tumor, dengan teknik Tikhoff-Linberg atau teknik Salzer.
Terapi tambahan berupa kemoterapi, radioterapi, kombinasi keduanya, atau imunoterapi. Lamanya kemoterapi pascaoprerasi umumnya 1-1,5 tahun. Perlu juga obat antimuntah, untuk mengatasi efek samping obat kemoterapi.

PENCEGAHAN

Belum ditemukan strategi efektif untuk mencegah osteosarkoma (kanker tulang)

Tahukah Anda?? 
Gambar foto rontgen khas untuk osteosarkoma adalah segitiga Codman dan sunburst appearance. Kebanyakan osteosarkoma termasuk stadium IIB.

Artikel Terkait Lainnya: 

Hati-hati Nyeri Perut Hebat, Bisa Jadi Ini Penyebabnya...

11:50 Add Comment

Batu Empedu (Gallstone)


Penyakit batu empedu, bilestone, gallstone. Batu di kantong empedu disebut juga cholelithiasis. Batu empedu disebut juga choledocholithiasis. 
Batu (calculus) yang terbentuk dikantong empedu atau saluran empedu. Batu ini tersusun dari endapan yang tidak dapat dipecahkan dari empedu di kantong empedu, berupa kumpulan kristal-kristal padat (sebagian besar kolestrol).

BATU EMPEDU

Di Amerika Serikat, sekitar 20 juta jiwa menderita batu empedu. Di Inggris, terdapat 4,1 juta penderita batu empedu. Wanita berpotensi menderita batu empedu 2,6 kali lebih banyak dari pada pria. Ada ciri 4F : female (wanita), fatty (kegemukan), fertile (dalam masa subur), dan forty (usia diatas empat puluh tahun).

Baca Juga : Hati-hati Si Cacar Ular
TAHUKAH ANDA??
Istilah kolelitiasis (batu kantong empedu) berbeda dengan kolesistitis (radang kantong empedu). Penyakit batu empedu telah dikenal sejak zaman Babylonia, sekitar 2000 SM. 
Dalam sehari, hati memproduksi 600-1.000 mililiter cairan empedu. Fungsi utama kantong empedu adalah menyimpancairan empedu yang berasal dari hati. Batu empedu terbuat dari garam kalsium dan bilirubin (pigmen utama di empedu).

PENYEBAB BATU EMPEDU

Ada beberapa faktor risiko yang memudahkan seseorang menderita batu empedu, yaitu meningkatnya usia, wanita, genetis atau etnis tertentu, kegemukan, diet tinggi lemak,dan rendah serat, kehamilan, estrogen, peningkatan kadar lemak darah, penyakit kencing manis, obat penurun lemak, atau diturunkan melalui genetika.

Batu Empedu


Biasanya tanpa gejala selama beberapa tahun. Bisa juga nyeri perut yang hebat, mendadak, terus-menerus, menghilang perlahan, di perut kanan atas, dan berlangsung selama tiga puluh menit hingga dua belas jam, demam tinggi, mata dan kulit kekuningan, kedinginan (terkadang), nyeri, mual, dan muntah-muntah setelah makan. Bisa dicetuskan makanan berlemak.

TERAPI 

  1. Operasi
  2. Obat Pelarut Batu Empedu

PENCEGAHAN

  1. Diet tinggi serat (sayuran, rumput laut, dan sebagainya).
  2. Diet tinggi lesitin yang terdapat dalam makanan kedelai dan kecap.
  3. Hindari atau kurangi diet yang mengandung protein hewani dan banyak gula.
  4. Rutin mengkonsumsi vitamin C dan minum kopi minimal dua cangkir secara teratur.
  5. Penurunan berat badan secara bartahap, tidak terlalu cepat.
  6. Berolahraga secara teratur.
  7. Mengkonsumsi obat penurun berat badan, yaitu orlistat (xenical) saat menjalani program penurunan berat badan.

Artikel Terkait Lainnya :

HATI-HATI SI CACAR ULAR !!!

21:36 Add Comment

Herpes Zoster 


Herpes Zoster adalah penyakit cacar ular yang disebabkan oleh infeksi virus varisela-zoster yang menyerang kulit dan mukosa (membran selaput lendir).

APA ITU CACAR ULAR / HERPES ZOSTER??

Insiden Herpes Zoster adalah 1,2 sampai 3,4 per 1.000 orang. Insiden sesuai usia yaitu kurang dari satu per 1.000 anak, dan dua belas per 1.000 orang pada penderita berusia lebih dari 65 tahun. Meskipun dapat menyerang semua usia, herpes zoster sering terjadi pada orang dewasa dan usia lanjut. Sekitar 80% terjadi pada orang yang berusia lebih dari 20 tahun, sekitar 30% terjadi pada orang berusia lebih dari 55 tahun, dan hanya 5% yang terjadi pada anak kurang dari 14 tahun.
TAHUKAH ANDA ??? 
Herpes Zoster merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri. Namun, untuk mencegah memberatnya gejala kliniks dan timbulnya komplikasi, diperlukan terapi yang efektif sesuai nasihat dokter. 
Herpes zoster umumnya merupakan kelanjutan dari cacar air. Herpes zoster jika menyerang mata, dinamakan herpes zoster oftalmikus, dapat menyebabkan kebutaan. Infeksi VVZ juga dapat menjalar ke paru-paru, hati, dan otak. Sindrom Ramsay-Hunt merupakan bentuk khusus herpes zoster yang bercirikan muka perot, kelainan kulit, telinga berdenging, vertigo, mual, gangguan pendengaran dan pengecapan.

PENYEBAB HERPES ZOSTER / CACAR ULAR

Virus Varicella-zoster (VVZ). VVZ merupakan virus herpes pada manusia tipe 3 (HHV-3), berinti DNA.

POTRET KLINIS 

  • Masa tunas tujuh sampai dua belas hari.
  • Sering mengenai wajah, batang tubuh, termasuk dada.
  • Lesi-lesi baru tetap timbul selama kira-kira satu minggu.
  • Pernah sakit cacar air pada masa anak-anak.
  • Pada orang tua, penyakit ini tampak lebih parah dan lama.
  • Dapat di dahului gejala prodromal, seperti flu, demam, pusing, atau nyeri kepala, selera makan berkurang atau menghilang, rasa tidak enak badan, atau badan terasa lemas. Gejala prodromal ini dapat terjadi sampai satu minggu sebelum timbul ruam di kulit.
  • Khas : nyeri hebat yang terus menerus pada masa akut.
  • Nyeri otot dan tulang, gatal, pegal, timbul kemerahan, gelembung (berdiameter kurang dari satu sentimeter berisi cairan jernih) yang bergerombol dan unilateral (mengenai satu sisi tubuh), setelah beberapa hari menjadi keruh (abu-abu), dapat bercampur darah. cairan ini bisa mengering di atas kulit, disebut krusta.
  • kelenjar limfe regional dapat terasa perih, melunak, membengkak.
  • Jika satu sampai tiga bulan setelah membaik rasa sakit masih menetap, kondisi ini disebut neuralgia pascaherpes (NPH). Hanya 20% penderita herpes zoster yang berlanjut menjadi NPH. NPH paling sering pada usia diatas 55 tahun.

Terapi Herpes Zoster


TERAPI HERPES ZOSTER / CACAR ULAR

Obat antivirus. Efek samping obat antivirus adalah mual, muntah, nyeri kepala, pusing, dan nyeri perut. Pemberian antivirus bertujuan mengurangi replikasi virus, mengurangi radang, mempercepat kesembuhan, mencegah lesi baru muncul, serta mengurangi keparahan dan lama nyeri.

Untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri, dipakai obat analgesik dan narkotik. Calamin lotion bisa mengurangi rasa sakit dan gatal. Vitamin neutrotropik dapat ditambahkan.

Untuk NPH, dapat diberi asiklovir dan antidepresan trisiklik selama tiga sampai enam bulan setelah rasa sakit berkurang. Obat antikonvulsan atau antikejang digunakan sebagai pengendali rasa sakit pada NPH.

PENCEGAHAN HERPES ZOSTER / CACAR ULAR

Vaksin herpes zoster (Zostavax) dari virus hidup yang dilemahkan efektif untuk mencegah herpes zoster dan NPH. Sebaiknya diberikan untuk usia 60 tahun atau lebih. Kortikosteroid sering digunakan untuk mencegah NPH.

HATI-HATI ASAM URAT !!!

17:24 Add Comment

Asam Urat


Penyakit asam urat yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah yang menumpuk di organ-organ tertentu dalam tubuh.
Gout menyerang sekitar 3-5% penduduk yang berusia diatas empat puluh tahun. Pria dewasa, wanita yang sudah menopause, penderita ginjal kronis, dan penderita kanker sel darah putih rentan terkena gout atau asam urat.

PENYEBAB ASAM URAT

Definisi enzim urikase atau enzim oksidase asam urat yang menguraikan asam urat dan penumpukan kristal asam urat dan biasanya berhubungan dengan hiperurisemia (konsentrasi urat serum di atas 7,2 mg/dL untuk wanita dan diatas 8,1 mg/dL untuk pria).

Hiperurisemia (tingginya kadar asam urat dalam darah) disebabkan oleh :

1.  Overproduksi urat, misalnya konsumsi purin berlebihan, penyakit perdarahan, psoriasis (jenis penyakit kulit kronis), dan sebagainya.

2.  Menurunya pengeluaran asam urat, misalnya menurunnya fungsi ginjal, dehidrasi, hipertensi, konsumsi obat tertentu dan sebagainya.

3.  Gabungan keduanya, misalnya penggunaan alkohol.

PENCEGAHAN ASAM URAT

  • Rutin memonitor kadar asam urat darah sebelum terkena gout. Jika kadarnya normal, sebaiknya diulang setiap enam bulan. Jika tinggi, diulang setiap tiga bulan.
  • Mengurangi konsumsi makanan yang berkadar purin tinggi dan sedang.
  • Makanan yang berkadar purin tinggi, misalnya yang mengandung alkohol (arak, bir, anggur, tape ketan, tape singkong, tuak, makanan beragi), bahan makanan laut (remis, udang, kerang, kepiting, lobster), makanan yang diawetkan (sarden, kornet, bakso, sosis, nugget), jeroan (otak, lidah, paru, hati, babat, usus), kaldu daging (sup kental), serta beberapa jenis buah-buahan, seperti durian dan avokad.
  • Makanan yang berkadar purin sedang, misalnya ikan (air laut dan tawar), daging sapi, ayam, kambing, kacang, mete, emping, tempe, oncom, kembang kol, bayam, asparagus, kangkung, dan nanas.
  • menjaga asupan cairan tubuh, jangan sampai dehidrasi. Jangan terlalu lama terpapar sinar matahari langsung.
  • jika minum obat untuk gout atau asam urat, perbanyak minum air putih, agar kerja ginjal tidak berat. Hal ini tidak berlaku untuk penderita ginjal kronis yang menderita gout.

Asam Urat / Gout


TERAPI ASAM URAT

  • Nonfarmakologis, yang intinya adalah modifikasi gaya hidup, seperti rendah purin, mengurangi berat badan, dan menghentikan konsumsi alkohol. Saat terasa nyeri, daerah yang terasa nyeri dikompres dengan air dingin dan istirahatkan.
  • Farmakologis , Obat pilihan.

POTRET KLINIS ASAM URAT

  • Peningktan asam urat tidak sesuai disertai gejala klinis.
  • Untuk pria, umumnya gout terjadi pada dekade kelima atau keenam. Pada wanita cenderung pada usia lebih tua atau pada usia saat menopause.
  • Sendi menjadi bengkak, nyeri, merah, panas, sulit digerakan, nyeri makin meningkat, berlangsung selama delapan hingga dua belas jam.
  • Hanya menyerang satu sendi secara asimetris.
  • Sendi yang terkena (90%) di pangkal ibu jari kaki. Sebanyak 10% terbagi di tumit, lutut, pergelangan tangan atau kaki, siku, jemari tangan, dan bahu. Penderita dapat merasa sangat kesakitan sehingga sulit berjalan atau memakai sepatu.
  • Gejala umum berupa demam, menggigil, lemas.
  • Jika tidak diobati, dapat berlangsung antara beberapa jam sampai satu-dua minggu.
  • Jarak serangan petama dan serangan berikutnya umumnya lebih dari satu tahun. Selanjutnya serangan bertambah sering, nyeri berlangsung lebih lama, dan melibatkan lebih banyak sendi.
  • Dapat ditemukan benjolan-benjolan dibawah kulit yang disebut tophus atau tofi (endapan urat disekitar sendi) sekitar dua belas tahun sejak serangan gout yang pertama. Tofi dapat ditemukan di seluruh tubuh, yaitu di jemari tangan, pergelangan tangan atau kaki, telinga, lutut dan siku.

KOMPLIKASI DAN PENYERTA ASAM URAT

bila gout berlanjut, dapat menjadi batu ginjal atau gagal ginjal progresif. Hiperurisemia dan gout sering kali disertai dengan obesitas, alkoholisme, penyakit arteri koroner, intoleransi glukosa yang berhubungan dengan resistensi insulin, dan hiperlipidemia (kelebihan lemak di dalam darah).

BIPOLAR SI PENYAKIT GALAU

20:38 Add Comment

Bipolar Penyakit Galau

Ibarat Sinetron, Penderita bipolar mengalami episode bahagia,sedih, dan campuran. sekarang senang, hidup diliputicanda tawa. Esok susah, hidup dipenuhi duka nestapa. Tak heran, penderita sering merasakan sensasi sukacita, senang,sepi,sedih,galau kacau, dan risau, secara bergantian. Begitulah siklus penderita bipolar, berputar serasa naik jet coaster.

Penyakit Galau

Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder, BD) telah dikenal sejak masa Yunani Kuno. Dahulu, bipolar dikenal sebagai manik depresif. Prevalensinya cukup tinggi, yaitu 1-2%. Diperkirakan, 9-35% orang yang pada masa dewasa menderita gangguan bipolar, pada masa anak-anak pernah didiagnosis dokter sebagai hiperaktif (ADHD).
Bila tidak diobati, mortalitas (angka kematian) penderita bipolar akan meningkat 2,5 kali lipat dalam waktu satu tahun. Kematian terbanyak disebabkan oleh bunuh diri. sekitar 25% penderita bipolar pernah berupaya bunuh diri minimal sekali dalam kehidupannya.

Faktor Risiko Bipolar

Potret klinis diatas lebih bernilai positif untuk bipolar, bila disertai depresi, cemas, penyalahgunaan NAPZA (zat, obat, alkohol, dan sebagianya), ada riwayat ADHD, keluarga ada yang menderita bipolar, pernah berupaya untuk bunuh diri.

Penyebab Bipolar

Penyebabnya multidimensi dan multifaktor, misalnya, biologis, lingkungan, terjadi kekacauan di otak, dan perubahan beuroendokrin. 
Faktor biologis yang berperan dalam bipolar adalah gen. Menurut studi biologi molekuler, setidaknya ada 37 kandidat gen yang telah teridentifikasi pada bipolar.

Kekacauan di otak yang terjadi antara lain berupa aktivitasi otak abnormal, ketidaknormalan transmisi GABA (gamma-aminobutyric acid) dan glutamat di otak bagian hippocampus. Juga terjadi penurunan metabolisme di otak daerah korteks prefrontal. Tidak berfungsinya amigdala (komponen kunci sistem limbik di otak, yangterlibat pada saat seseorang cemas, menderita, dan takut).

Perubahan neurotransmitter (struktur atau zat kimiawi) otak, misalnya, penurunan konsentrasi serotonim, asam gamma-aminobutirat, metabolisme serotonim, asam asetat 5 hidroksiindol, dan 5 hidrokstriptamin. 

Perubahan neuroendokrin (hormonal) juga berperan penting. terjadi peningkatan kortisol plasma dan perubahan hormon tiroksin pada penderita bipolar . Selain itu, stresor psikososial lingkungan dan barbagai peristiwa neurobiologi ikut berperan.

Solusi Bipolar

berbagai pendekatan dipakai dokter untuk mengatasi bipolar, misalnya farmakoterapi (obat), pikoterapi, psikoedukasi, psikoreligi, terapi yang berfokus pada keluarga, cognitive behavioural therapy (CBT) ,terapi ritme sosial dan interpersonal.

obat pilihan untuk bipolar adalah lithium. Lithium diperkenalkan sebagai obat bipolar oleh John Cade pada tahun 1949. Untuk menghindari efek samping, dokter akan mengkombinasikan lithium dengan obat lain, seperti antipsikotik, antidepresan, dan antikonvulsan (antikejang).
bila diberi lithium, sebaiknya kadar serum, urea, kreatinin, TSH dan kalsium tetap dimonitor dokter setiap 6bulan. Selain lithium, aripiprazol, valproat, carbamazepine, atau lamotrigine juga efektif.

Seringkali penderita bipolar berhenti minum obat karena merasa sudah sembuh dan nyaman. Hal ini berbahaya, sebab akan menyebabkan kekambuhan dan memasuki tahap yang lebih parah, sehingga diperlukan nasihat dan pengawasan terpadu dari dokter dan orang-orang terdekat penderita. 

Pendekatan religius yang berbasis tradisi juga diperlukan. di Bali, tradisi melukat terbukti efektif sebagai pelengkap terapi medis.

Di masa mendatang, terapi gen yang berbasis farmakogenetik dan farmakogenomik efektif untuk penderita bipolar. Hal ini tentunya berita bahagia bagi penderita bipolar dan kaum medis.

Dengan terpi yang paripurna, berkesinambungan, dan komprehesif, penderita bipolar dapat nyaman menikmati hidup.