Waspadai Penyakit Stroke Sejak Dini
Waspadai Penyakit Stroke Sejak Dini
Kenali Tanda Serangan Awal Stroke dengan FAST
Face (wajah)
Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk tersenyum. Perhatikan, apakah wajahnya tampak tidak simetris?
Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk tersenyum. Perhatikan, apakah wajahnya tampak tidak simetris?
Arms (lengan)
Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk mengangkat kedua lengan lurus ke depan dan menahannya untuk beberapa detik. Apakah ia hanya dapat mengangkat satu lengan saja? Bila ia dapat mengangkat kedua lengannya, apakah salah satu lengan terlihat turun?
Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk mengangkat kedua lengan lurus ke depan dan menahannya untuk beberapa detik. Apakah ia hanya dapat mengangkat satu lengan saja? Bila ia dapat mengangkat kedua lengannya, apakah salah satu lengan terlihat turun?
Speech (bicara)
Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk mengulang beberapa kalimat. Apakah ia mampu berbicara jelas atau terdengar pelo atau cadel? Akan lebih jelas bila kalimat yang diucapkan mengandung banyak konsonan huruf R seperti, ular melingkar-lingkar di atas pagar.
Mintalah orang yang dicurigai mengalami stroke untuk mengulang beberapa kalimat. Apakah ia mampu berbicara jelas atau terdengar pelo atau cadel? Akan lebih jelas bila kalimat yang diucapkan mengandung banyak konsonan huruf R seperti, ular melingkar-lingkar di atas pagar.
Time (waktu)
Seperti disebutkan sebelumnya, time is brain, setiap detik sangat berharga. Bila ditemukan salah satu gejala di atas, segera hubungi atau bawa pasien ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas penanganan stroke terpadu.
Seperti disebutkan sebelumnya, time is brain, setiap detik sangat berharga. Bila ditemukan salah satu gejala di atas, segera hubungi atau bawa pasien ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas penanganan stroke terpadu.
Bila mendengar hal ini, tentu saja Penyakit Stroke memiliki potensi yang sangat besar. Tanda seperti mati rasa yang berada di wajah, kaki, lengan, ataupun di sisi salah satu tubuh, disertai dengan adanya kebingungan dan sulit untuk bicara memang sering kita temui.
Penyakit stroke tidak jarang terjadi secara mendadak bahkan tanpa diketahui penyebabnya. Penderita umumnya menyadari hal tersebut sudah dalam keadaan parah dimana terdapat satu atau beberapa tanda penyakit stroke seperti: kelemahan atau kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu.
Pada dasarnya setiap penyakit memiliki tanda dan gejala tertentu, hanya saja kerap kali hal tersebut kurang disadari dan dirasakan.
Stroke Hemorragik dan Stroke Iskemik
Adapun jika penderita dapat diselamatkan biasanya akan mengalami gangguan kelumpuhan di sebelah anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan untuk berbicara. Stroke itu sendiri memiliki dua jenis di antaranya stroke iskemik dan stroke hemorragik. Untuk stroke iskemik ini terjadi ketika darah yang akan menuju ke otak terhenti yang disebabkan karena menumpukan kolestreol pada dinding pembuluh darah. Sedangkan stroke hemorragik adalah pembuluh darah yang pecah sehingga menyebabkan aliran darah yang menjadi tidak normal dan membuat darah merembes pada daerah bagian otak.
Penyakit stroke atau yang akrab disebut CVA (Cerebrovascular Accident) merupakan sebuah kejadian berupa hilangnya fungsi otak dengan cepat suplai darah ke otak terganggu. Terganggunya suplai otak ini akibat tersumbatnya atau bocornya pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah menuju otak.
Penyakit stroke juga merupakan gangguan fungsi otak yang dapat terjadi dengan mendadak akibat terganggunya pembuluh darah pada otak dan bisa menyebabkan kematian. Di Indonesia stroke menjadi penyebab kematian hingga 15,4% dari total seluruh kematian yang disebabkan penyakit. Tidak hanya itu tidak kurang dari 2,5% penderita stroke meninggal dunia sedangkan sisanya menderita kecacatan dengan keparahan yang cukup variatif.
Penyebab Penyakit Stroke
Penyebab Penyakit Stroke yang Perlu Diwaspadai
Penyakit stroke dapat disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya faktor resiko perilaku dan resiko medis. Faktor resiko medis yang dapat memperparah kondisi penyakit stroke adalah penyakit hipertensi, kolesterol, arteriosklerosis, gangguan jantung, faktor keturunan dan migren. Namun untuk faktor yang paling beresiko menyebabkan penyakit stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis.
Faktor resiko perilaku juga dapat menyebabkan penyakit stroke yang disebabkan karena pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, minum alkohol dan senang mengonsumsi makanan cepat saji. Selain itu faktor resiko perilaku juga bisa dipengaruhi karena kurangnya gerak atau olahraga dan suasana hati yang sering merasa tidak nyaman.
Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi
a. Usia
Dari berbagai penelitian, diketahui bahwa usia semakin tua semakin besar pula resiko terkena penyakit stroke. Hal ini berkaitan dengan proses generasi (penuaan) yang terjadi secara alamiah pada orang-orang lanjut usia, pembuluh darah lebih kaku karena adanya plak.
b. Jenis Kelamin
Laki-laki memiliki tingkat resiko lebih besar untuk terkena penyakit stroke dibanding perempuan. Hal ini mungkin terkait bahwa laki-laki cenderung merokok. rokok dapat merusak lapisan dari pembuluh darah tubuh.
c. Ras atau Etnis
Dari berbagai penelitian , ditemukan bahwa ras kulit putih memiliki peluang yang lebih besar terkena penyakit stroke dibanding ras kulit hitam.
d. Herediter
Terkait dengan riwayat stroke dikeluarga, orang dengan riwayat stroke pada keluarga memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena penyakit stroke dibanding orang yang tanpa riwayat stroke pada keluarganya.
Faktor resiko yang dapat dimodifikasi
a. Hipertensi
Orang yang tekanan darah tinggi mempunyai peluang besar terkena penyakit stroke. Alasannya dalam hipertensi dapat terjadi gangguan, aliran darah dalam tubuh yaitu diameter pembuluh darah kelak akan mengecil sehingga darah yang mengalir ke otak pun akan berkurang, dengan pengurangan aliran darah otak (ADO), maka otak akan kekurangan suplai oksigen dan glukosa sehingga jaringan otak lama-lama akan mati.
b. Obesitas
Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu faktor resiko terjadi stroke. Hal tersebut terkait dengan tingginya kadar lemak dan kolestrol dalam darah pada orang dengan obesitas yaitu biasanya kadar LDL lebih tinggi dari pada kadar HDL.
c. Hiperkolesterolemia
Hiperkolesterolemia merupakan keadaan ketika kadar kolestrol di dalam darah berlebih. LDL yang berlebih akan mengakibatkan terbentuknya plak pada pembuluh darah yang lama kelamaan akan semakin banyak dan menumpuk sehingga mengganggu aliran darah.
d. Penyakit Jantung
Penyakit jantung seperti koroner dan infark miokard (kematian otot jantung, bisa menjadi faktor terbesar penyebab stroke), seperti kita ketahui bahwa pusat dari aliran darah ditubuh terletak di jantung.
e. Merokok
Dari hasil berbagai penelitian diketahui bahwa orang-orang yang merokok ternyata memiliki kadar fibrinogen darah yang berlebih tinggi dibanding orang yang tidak merokok.
Nah, itu tadi kita harus waspadai Penyakit stroke sejak dini sebelum terlambat.
a. Hipertensi
Orang yang tekanan darah tinggi mempunyai peluang besar terkena penyakit stroke. Alasannya dalam hipertensi dapat terjadi gangguan, aliran darah dalam tubuh yaitu diameter pembuluh darah kelak akan mengecil sehingga darah yang mengalir ke otak pun akan berkurang, dengan pengurangan aliran darah otak (ADO), maka otak akan kekurangan suplai oksigen dan glukosa sehingga jaringan otak lama-lama akan mati.
b. Obesitas
Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu faktor resiko terjadi stroke. Hal tersebut terkait dengan tingginya kadar lemak dan kolestrol dalam darah pada orang dengan obesitas yaitu biasanya kadar LDL lebih tinggi dari pada kadar HDL.
c. Hiperkolesterolemia
Hiperkolesterolemia merupakan keadaan ketika kadar kolestrol di dalam darah berlebih. LDL yang berlebih akan mengakibatkan terbentuknya plak pada pembuluh darah yang lama kelamaan akan semakin banyak dan menumpuk sehingga mengganggu aliran darah.
d. Penyakit Jantung
Penyakit jantung seperti koroner dan infark miokard (kematian otot jantung, bisa menjadi faktor terbesar penyebab stroke), seperti kita ketahui bahwa pusat dari aliran darah ditubuh terletak di jantung.
e. Merokok
Dari hasil berbagai penelitian diketahui bahwa orang-orang yang merokok ternyata memiliki kadar fibrinogen darah yang berlebih tinggi dibanding orang yang tidak merokok.
Nah, itu tadi kita harus waspadai Penyakit stroke sejak dini sebelum terlambat.



EmoticonEmoticon